Friday, February 25, 2011

It Might Be The Last Entry.

Aku Bukan Pilihan Hatimu



It might be the last entry for this blog.
Thanks for watching.

Aku Yang Terlewat


Aku yang sering terlewat
Dan sering menanti
Sedang ianya telah berlalu
Rupanya hanya aku
Yang ditinggalkan waktu

Aku yang terlewat tahu
Semuanya tentang kamu
Mengulang indah kenangan
Kata yang tak terulas
Cinta yang tak berbalas

Salahku kerana terlewat
Menurut kata hati yang rawan
Lebur penantian yang diutuhkan
Dari hati yang terlalu yakin
Kau bahagia dengan yang lain.

Sunday, February 20, 2011

Ajarkan Segalanya.


Ajarkan hatimu ketabahan
Kenalkan dengan kesabaran
Maka ranjau setajam mana
Mudah diusir dari laluan

Ajarkan dirimu erti pasrah
Bertawakal setelah bersusah
Pasti tenang bila ia pergi
Bila benar tak mampu dimiliki

Ajarkan segalanya akan kehidupan
Biar mampu mengharungi dugaan
Tidak melatah bila dikejutkan
Dengan derita yang dihamparkan.

Saturday, February 19, 2011

Tamatlah Segalanya.


Setelah sekian lama
Aku memendam rasa
Mengharap pada yang sirna
Entah di mana adanya
Aku sendiri tertanya
Masihkah ianya wujud nyata?

Balasan darinya
Langsung tiada
Bayang dari kelibatnya
Juga tetap sama
Sepi dari hingar suaranya
Aku bagai masih meminta

Memang ini hakikatnya
Ia telah lama tiada
Biarlah berlalu semua
Yang berlaku tetaplah juga
Dan aku tamatkan segalanya
Tinggalan ingatan semata.

Monday, February 14, 2011

Berikan


Berikan ruang berhujah
Pada yang seharusnya
Biar kedengaran suara nyaring
Menyuarakan pendapat
Terjemahan dari aliran fikiran
Dari membiarkan mereka
Berteriak di jalan-jalan
Bersepanduk tuntut keinginan

Berikan yang sepatutnya
Pada yang empunya
Biar terpamer indah senyuman
Menggambarkan kegirangan
Tindak balas dari emosi
Dari membiarkan mereka
Tertunduk sugul;sengsara
Bergelandangan dan terseksa

Berikanlah semampunya
Pada yang sudi menerima
Biar sama saling merasa
Berkongsi walau secebis cuma
Setidaknya punya pengalaman
Dari membiarkan mereka
Terduduk diam tanpa ucapan
Diperbodoh sesama insan.

Saturday, February 12, 2011

Kiasan Melayu.


Indahnya kiasan melayu
Madahnya satu makna seribu
Kadang tak mampu diurai
Walau si pemikir cerdik pandai
Sekali terbaca bait tulisan
Seringkali terlintas di fikiran
Kemudian tercipta persoalan
Itulah seninya kiasan
Kekalnya zaman berzaman
Megahlah dengan kiasan melayu
Waris berganti tak pernah layu.

Thursday, February 10, 2011

Detik Yang Berlalu.


Mengapa sukar menghargai
Setiap detik yang telah dilalui
Kiranya semalam yang terindah
Tidak mungkin berulang cerah
Bila waktu terus berdetik
Kita terus meratapi
Membiarkannya menyusur pergi
Terus mengangankan hangat yang berlalu
Terus menyesali semua yang berlaku
Saat kita menguntai kata
Tidak terfikir menjadi punca
Tatkala resah mula menjelma
Yang tertinggal hanya derita
Aku cuba menilai waktu yang bergulir
Tanpa henti terus mengalir
Dan bila hari ini menjadi semalam
Tiada yang dapat diubah
Terus menerjah memori
Merangkai kenangan silam.

Indahnya berlalu
Bersama waktu.

Tuesday, February 8, 2011

Pejuang Tanpa Peluang.


Teriaklah si ayah
Melihat anak diheret pergi
Dihukum lantaran berjuang
Untuk insan seagama
Mematah komplot lingkungan durjana
Aturan manusia semata-mata

Terhempaslah si ayah
Terkulai di tanah
Tatkala membantu melepas sesak anaknya
Dia dianjak hebat
Terlepas dan terpisah
Melihat anaknya beriringan air mata

Berdoalah si ayah
Moga anaknya dilindungi yang Esa
Terlepas dari bencana
Yang direncana manusia sebangsa
Teruslah hidupmu disalut lumpur hina
Akibat menghempas pejuang agama

Satu masa pasti kau rasa
Sengsara mendamping
Seksa mengiring!

Monday, February 7, 2011

Salahku


Salahku bersandar harapan
Di dinding tanpa pasak
Sudutnya mengalih pandangan
Jauh dari fokus anak mata
Tersasar dari landasan cerita
Terpesong dari niat pertama
Salah jangkaan perkiraan deria

Salahku memakan diri
Kecewa itu merapat
Merosak hingga tak terawat
Aku mahu permata itu
Bukan kaca yang serpihnya beribu
Permata yang masih dikenang
Walau jauh dari pandang

Salahku yang aku tanggung
Sengsaranya masih bergenang
Masih mengharap punya ruang
Untuk dilunaskan janjiku dulu
Berikan walau sesaat untukku
Untuk menghapus rindu
Setiap hari aku menunggu.


-to puteriazri