Matamu kian kabur
Membatas pandangan
Tapi tidak mengapa katamu
Puas sudah melihat dunia
Tak lama lagi kan ku pejam mata
Kulitmu berkedut seribu
Dek kerana dimamah waktu
Tidak kau peduli di bakar mentari
Katamu ini hanya duniawi
Di sana belum pasti
Termenungmu dalam merenung
Berfikirmu di luar terowong
Kata-katamu separa hikayat
Perilakumu penuh berkat
Senyummu manis
Walau hatimu disiat
Lalu kau ucap-kan kata hikmat
Dengarlah kataku penuh taat
Bangunkan bangsamu sebelum terlewat
Tunjukkan jalan pada yang tersesat
Pimpinlah tangan genggaman erat
Jangan ada yang terjatuh dan melarat
Sepotong katamu
Kujadikan amanat
Semoga selamat
Dunia akhirat
Nasihatmu peguat semangat.